Connect with us

Minahasa

Satu Tusukan Nyawa Lelaki Kayu Besi Melayang

Dimuat

pada

Kapolres Minahasa AKBP Tommy Bambang Souissa, SIK saat menjelaskan kronologis kejadian dugaan pembunuhan di Desa Kayu besi yang dilakukan tersangka RR alias kentung.

MINAHASA – Polres Minahasa melalui Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) menggelar Press Release, dugaan penganiayaan yang mengakibatkan lelaki Michland Lantang (39) meninggal dunia yang dilakukan pelaku RW alias Kentung di Desa Kayu Besi Kecamatan Kombi, pada 3 Agustus 2021 lalu.

Pelaksanaan Press Release tersebut dipimpin Kapolres Minahasa, AKBP Tommy Bambang Souissa, SIK didampingi Kasat Reskrim, AKP Edi Susanto, dan Kasi Humas Iptu Robin Langi.

Kapolres Souissa, mengatakan kronologis kejadian berawal saat keduanya mengkonsumsi Minuman Keras (Miras) jenis captikus pada pukul 18.00 Wita di salah satu rumah teman mereka. Usai Miras, selanjutnya Tsk dan korban bersama saksi Spenser Ponggawa dan saksi Ando Muntuan berpindah tempat ke jalan perempatan Desa Kayu Besi dan kembali mengkonsumsi Miras.

Dalam keadaan mabuk, Korban dan Tersangka terjadi perselisihan dan tersangka memukul korban Michlan pada bagian wajah sebanyak dua kali, tapi korban melakukan perlawanan,”kata Kapolres pada konfrensi pers di Mapolres, Selasa (10/8/2021) siang.

Sekitar pukul 01.00 WITA saksi Spenser Ponggawa bersama-sama korban dan tersangka berjalan menuju rumah masing-masing. Saat dalam perjalanan, Korban kembali dipukuli oleh Tersangka karena tersangka mendengar korban menyampaikan tidak terimah dipukuli tersangka.

“Usai dipukul, korban kemudian pulang mendahului tersangka dan rekanya kemudian mengambil Senjata Tajam (Sajam) jenis Parang dan menghadang tersangka dan rekannya, namun tidak dihiraukan,”ungkapnya.

Dari keterangan tersangka, pada saat dirinya berada dalam rumah kemudian merdengar suara korban berteriak di depan rumahnya. Pada saat dirinya melihat korban sudah memegang Parang. Saat itu, tsk Kentung terpancing emosi kemudian langsung menuju dapur mengambil sebilah parang dan pisau badik. Setelah itu, berjalan di depan rumah dan terjadilah perkelahian antara korban dengan tsk dengan menggunakan Sajam.

“Saat posisi korban mencoba menebas dengan menggunakan parang, tersangka kemudian menangkis dengan menggunakan parang juga. Saat itu, keduanya terjatuh. Waktu saling duel, tsk mendapat kesempatan berdiri dan langsung menikam korban sebanyak 1 kali dengan menggunakan pisau badik di bagian punggung belakang korban. Meski korban Michlan dilarikan sempat ke RSU Samratulangi, namun nyawanya tak sempat tertolong.

“Tersangka RR alias Kentung sudah mengakui perbuatanya, dan saat ini sudah dalam proses penyidikan. Tersangka sendiri diancam dengan Pasal 338 KUHP Subsider pasal 351 Ayat (3) KUHP dengan ancama hukuman maksimal 15 tahun penjara,” Tutup Kapolres. (Erwien Bojoh)

Lanjut Membaca
Iklan
Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan
error: Content is protected !!
×

Halo!

Klik salah satu perwakilan kami di bawah ini untuk mengobrol di WhatsApp

× Hubungi Redaksi?