Connect with us

Bitung

Selain Covid-19, Habriyanto Ahmad Imbau Masyarakat Waspadai DBD

Dimuat

pada

Habriyanto Achmad saat mengendong buah hatinya yang saat ini dirawat di RSUP Kandouw Manado, Rabu (15/12/2021)

BITUNG–Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bitung, Habriyanto Achmad mengimbau kepada pemerintah dan masyarakat agar mewaspadai penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Menurut HYA sapaan akrab Habriyanto, selain mewaspadai Covid-19. Penyakit DBD juga saat ini patut diseriusi oleh pemerintah dalam hal ini Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bitung untuk melakukan penanganan dini. Sebab kata dia, penyakit yang disebabkan dari gigitan nyamuk Aedes aegypti betina dan Aedes albopictus saat ini menjadi ancaman bagi masyarakat Kota Bitung.

Betapa tidak, dimusim penghujan saat ini lanjut HYA, nyamuk DBD banyak berkembang biak dan perlu diwaspadai. Dirinya meminta Dinkes Kota Bitung agar mengambil langkah-langkah pencegahan seperti melakukan foging atau melakukan sosialisasi kepada masyarakat bagaimana cara agar terhindar dari virus DBD tersebut.

“Langkah-langkah pencegahan ini dirasa perlu untuk melindungi masyarakat kita terlebih anak-anak agar terhindar dari DBD. Penyakit DBD ini juga mematikan. Dan ini perlu penanganan serius dari pihak terkait. Jangan sampai saat ini kita hanya fokus terhadap penangan Covid-19. Tetapi lupa apalagi sampai mengabaikan bahayanya penyakit-penyakit lain yang mematikan seperti DBD. Sebelum banyak korban akibat DBD alangkah baiknya pihak terkait sudah melakukan langkah antispiasi,” pintanya.

Habriyanto menambahkan, imbauan yang disampaikannya ini bukan tanpa alasan. Melainkan anak dari Politisi PDI Perjungan ini ternyata ikut menjadi korban akibat virus DBD.

Kepada media ini HYA menuturkan, saat ini anak bungsunya sementara dirawat di RSUP Kandouw Manado akibat DBD. Dia juga menyampaikan, anaknya hanya satu dari banyaknya korban DBD yang saat ini harus terbaring di RS akibat DBD.

“Saat ini sudah banyak korban DBD. Dan ini menjadi tanda awas bagi kita semua. Saya mengimbau kepada masyarakat agar jangan sampai anak-anak kita yang lain ikut menjadi korban DBD ini. Karena virus ini mematikan dan perlu penanganan dini untuk mencegah agar tidak banyak korban lagi,” pintanya, sembari mengatakan jika anaknya sudah empat hari dirawat di RSUP Kandow Manado, Rabu (15/12/2021).

Selain itu, anggota DPRD Kota Bitung dua periode ini juga menekankan, agar DBD ini tidak dipandang remeh. Sebab kata dia, sampai saat ini virus DBD belum ada obatnya.

“Perlu juga diketahui masyarakat, virus DBD ini belum ada obat yang spesifik. Sehingga pasien harus melewati fase kritis 4-5 hari,” pungkasnya.

(JamalGani)

Lanjut Membaca
Iklan
Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Iklan
error: Content is protected !!
×

Halo!

Klik salah satu perwakilan kami di bawah ini untuk mengobrol di WhatsApp

× Hubungi Redaksi?