Connect with us

Nasional

Siapkan Bom Bunuh Diri, 7 Terduga Teroris Asal Gorontalo Ditangkap Densus 88

Dimuat

pada

ANGGOTA FPI : Para terduga teroris saat tiba di Bandara Halim dan digiring ke Rutan Teroris di Cikeas. (foto:dok)

JAKARTA – Densus 88 Mabes Polri menangkap 19 terduga teroris di Makassar yang merupakan anggota Front Pembela Islam (FPI) aktif. Mereka juga diketahui berafiliasi dengan kelompok radikal ISIS dan sedang menyiapkan aksi-aksi bom bunuh diri.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Rusdi Hartono mengatakan, mereka tidak hanya merencanakan aksi bom bunuh diri, kelompok ini juga berencana melakukan aksi yang dapat mengganggu kamtibmas lainnya.

“Kelompok ini juga memiliki rencana kegiatan yang mengganggu kamtibmas dengan melakukan aksi bom bunuh diri,” kata Rusdi, kepada MNC Portal, Kamis (4/2/2021).

Dilanjutkan dia, kedua orang lainnya yang berasal dari terduga teroris kelompok Makassar, yakni M Rizaldi dan Sanjai Ajis, telah dilakukan penindakan dan meninggal dunia. Saat ini, jenazah telah dimakamkan.

“Kedua terduga teroris yang meninggal saat dilakukan penindakan, telah dimakamkan di Makassar semua. Tidak ikut dibawa ke Bandara Soetta, Tangerang,” sambung Rusdi.

Dijelaskan dia, dari sejumlah penindakan itu, total ada sebanyak 26 teroris yang berhasil diamankan. Sebanyak 19 orang diamankan dari Makassar dan 7 orang dari Gorontalo.

Dari total itu, tiga orang diketahui merupakan wanita dan seorang dilaporkan mengalami luka tembak. Saat ini, ke-26 terduga teroris itu telah tiba di Bandara Soetta, untuk selanjutnya dibawa ke Mabes Polri, Jakarta.

Seperti diketahui, sebanyak 26 teroris asal Sulawesi tiba di Bandara Soekarno-Hatta Kamis (4/2/2021) siang. Para teroris tersebut masuk dalam jaringan Jamah Ansharut Daulah (JAD), dan salah satunya merupakan anak dari pelaku pengeboman gereja katedral di Pulau Jolo, Filipina medio 2019  silam yakni Rully Rian dan Ulfah Handayani.

“Salah satu orang yang terlibat dalam jaringan JAD adalah Rully Rian dan Ukfa Handayani, pelaku pengeboman gereja di Filipina pada 2019. Satu anak mereka ikut tertangkap pada operasi kali ini,” ujar Karo Penmas Brigjen Rusdi Hartono.

Keluarga Rully Rian sendiri seluruhnya tergabung dalam jaringan JAD dan telah melakukan berbagai aksi terorisme baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Satu orang anak saat ini ditahan di Filipina atas nama Cici, satu orang lain tergabung dalam kelompok Abu Shayaf di Filipina Selatan dan 1 orang berada di Suriah.

“Mereka ini punya 5 anak, 1 anak ditahan di Filipina ats nama Cici, 2 tergabung dalam kelompok Abu Shayaf, 1 orang di Suriah dan 1 lagi tertangkap dari 19 teroris,” lanjutnya.

Keduanya juga diketahui memiliki seorang menantu dengan nama Andi Baso yang merupakan teoris paling dicari karena sepak terjangnya dalam melakukan aksi terorisme di Indonesia maupun di luar negeri.

“Mereka punya menantu Andi Baso, yang merupakan pelaku pengeboman gereja di Samarinda pada 2019 lalu,” ujar Rusdi.

Saat ini seluruh teroris yang berhasil diamankan akan dipindahkan ke Rumah Tahanan (Rutan) Teroris di Cikeas. Sementara 2 teroris lainnya meninggal dunia dan telah dimakamkan di Makassar. (ok/red)

Lanjut Membaca
Iklan
Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan
error: Content is protected !!
×

Halo!

Klik salah satu perwakilan kami di bawah ini untuk mengobrol di WhatsApp

× Hubungi Redaksi?