Connect with us

Kepulauan Talaud

Sukseskan Program E2L-MANTAP, Saweduling Lakukan Beberapa Langkah Berikut!

Dimuat

pada

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Kepulauan Talaud Drs Melksion Saweduling, MM, ME. //foto: istimewa.

ESSANG – Demi mensukseskan program ketahanan pangan dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud yang digagas oleh Bupati dr Elly Engelbert Lasut ME (E2L) dan Wakil Bupati Drs Moktar Arunde Parapaga (MAP) dimasa pandemi Covid-19, melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Talaud terus melakukan perbaikan kelembagaan para petani ditiap desa dan kecamatan se-Kabupaten Talaud.

Tim dibawah pimpinan Kadis DKPP Drs Melksion Saweduling MM menuju ke Desa Bulude Kecamatan Essang untuk menghadiri Pengukuhan Kelompok Tani di delapan desa di wilayah Essang yang dipusatkan di Balai Pertemuan Masyarakat Desa Bulude dan dihadiri oleh delapan Kepala Desa se Kecamatan Essang.

Kegiatan yang diawali dengan laporan Camat Essang Fretsly Ontorael, S.STP ini memaparkan bahwa jumlah Poktan yang dikukuhkan di wilayahnya sebanyak 51 Poktan, terdiri dari dua Poktan naik ke kelas lanjut dan 49 Poktan sebagai kelas pemula.

Dalam kesempatan tersebut, Kadis DKPP membuka ruang diskusi ‘sharing’ dengan para pengurus Poktan sekaligus untuk menampung serta menyerap aspirasi sesuai kondisi riil yang dialami petani. Beberapa hal penting juga telah disampaikan terkait dengan prinsip pokok organisasi atau kelompok yaitu kesamaan tujuan, harapan dan cita-cita.

“Kami berharap agar kelompok tani terus kompak dalam mensukseskan tujuan bersama. Pemerintah hanya memberi penguatan secara kelembagaan akan tetapi kunci sukses ada ditangan para petani bersama pengurus Poktan,” sebut Saweduling.

Tambahnya lagi bahwa, tantangan di era globalisasi sekarang ini menuntut kita untuk merubah ‘mindset’ bahwa dunia pertanian kini telah berada di era post modern. Sehingga pertanian itu berdampak bagi kehidupan pribadi dan keluarga petani.

“Jadilah petani modern. Petani sekarang harus lebih cerdas dalam bertani dan berorientasi pada keuntungan yang bakal diperoleh atau yang disebut ‘profit oriented’. Bukan hanya sekedar memenuhi kebutuhan konsumsi rumah tangga saja atau hanya selesai dimakan,” tutupnya. (tni)

Lanjut Membaca
Iklan
Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Iklan
error: Content is protected !!
×

Halo!

Klik salah satu perwakilan kami di bawah ini untuk mengobrol di WhatsApp

× Hubungi Redaksi?