Connect with us

Kepulauan Talaud

Tak Puas Dengan Jabatan, DE alias Denny Oknum Pejabat ‘Rakus’ Diduga ‘Nyambi’ Jadi Mafia Tanah Milik Warga

Dimuat

pada

BEO – Ditengah upaya pemerintah menolong masyarakat agar terlepas dari kesusahan akibat dari Pandemi CoVid – 19, ternyata ada juga oknum pejabat pemerintah yang diduga mengambil keuntungan pribadi dan menambah sengsara hidup rakyatnya.

Hal inipun terjadi di Kelurahan Beo Kecamatan Beo, dimana oknum Camat berinisial DE alias DME alias Denny diduga merampas hak serta melakukan konspirasi dengan mengeluarkan ‘surat hibah palsu’ terhadap sebidang tanah yang diduga merupakan milik warganya.

Berdasarkan data yang dihimpun media ini, DE alias Denny yang diduga ‘nyambi’ jadi mafia tanah mengatasnamakan pemerintah kecamatan Beo, dan memberikan jaminan kepada pihak kedua selaku penerima hibah, bahwa hanya pihaknya (dirinya) yang berhak dan berwenang untuk melakukan pelepasan Hak atas tanah yang diduga milik keluarga Tamawiwi, Rabu (15/09/2021).

Surat hibah tanah yang dikeluarkan oleh DE alis Denny

Berikut isi jaminan yang tertulis dalam surat hibah tanah, yang disampaikan oleh DE alias Denny oknum Camat Beo selaku pihak pertama kepada penerima hibah selaku pihak kedua :

PIHAK PERTAMA menghibahkan kepada PIHAK KEDUA sebidang tanah pekarangan dalam keadaan kosong, tidak dihuni atau digarap oleh siapapun, dengan ukuran luas 781,44 m2 yang terletak di wilayah :

Desa / Kelurahan : Beo

Kecamatan : Beo

Kabupaten : Kepulauan Talaud

Provinsi : Sulawesi Utara

Dengan batas – batas :

U t a r a : Jalan Raya

T i m u r : Jalan Raya

S e l a t a n : Meis Baharutan

B a r a t : Rumah Dinas Kejaksaan

PIHAK PERTAMA menjamin kepada PIHAK KEDUA :

  • Hanya pihaknya yang berhak dan berwewenang untuk melakukan pelepasan Hak atas tanah tersebut ;
  • Tanah tersebut tidak kena sitaan, tidak tersangkut dalam perkara atau sengketa ;
  • Tanah tersebut tidak dijaminkan dengan cara apapun juga kepada orang atau pihak lain ;
  • Tanah tersebut belum pernah diserahkan dengan cara apapun kepada orang atau pihak lain ;
  • Tidak ada pihak lain ikut mempunyai sesuatu hak dalam bentuk apapun atas tanah tersebut ;
  • PIHAK PERTAMA menjamin kepada PIHAK KEDUA, baik sekarang maupun dikemudian hari, bahwa pihak kedau tidak akan mendapat tuntutan atau gugatan apapun dari siapapun mengenai tanah tersebut dan PIHAK PERTAMA.”

Tersebarnya surat yang turut ditandatangani oleh sejumlah saksi, yang salah satunya diduga adalah ASN di wilayah Kecamatan Beo berinisial PLW alias Persi, semakin membuat pihak keluarga berang.

“Dasarnya apa, sampai camat mengakui bahwa hanya dirinya yang berhak dan berwewenang atas tanah tersebut ? apa tanah ini memang milik camat atau menjadi warisan turun temurun milik keluarga, atau bagaimana,?” Tanya Hendra Tuwoliu, ahli waris pihak keluarga Tamawiwi.

Pihak keluarga pun mempertanyakan sejumlah poin – poin dalam jaminan yang diajukan oleh DE alias Denny kepada penerima hibah.

“Apa maksudnya poin 5 (lima) dan 6 (enam) pada surat hibah tersebut ? tidak ada pihak lain ikut mempunyai sesuatu hak dalam bentuk apapun atas tanah tersebut, itu maksudnya apak ? tolong pak camat Denny jelaskan. Jangan sembunyi pak, tolong jelaskan ke kami keluarga, apa maksud ini semua. Jangan main kucing – kucingan begini,” tukas Tuwoliu.

“Pak camat jangan asal main klaim. Karena merasa pejabat lalu semena – mena dengan hak masyarakat!. harusnya dia sadar, dia itu pelayan, pembantu, babunya masyarakat bukan merasa jadi bos, punya jabatan, lalu main klaim hak masyarakat. Jangan menjadi mafia atas hak milik saudara – saudaramu, hanya untuk mendapatkan keuntungan pribadi,” ujar Hendra berang.

Pihak keluargapun menegaskan akan terus mengawal kasus ini, yang kini diketahui telah berproses di Polres Kepulauan Talaud.

“Kami tidak mempermasalahkan siapa penerima hibahnya. Yang kami permasalahkan, kenapa camat yang bukan siapa – siapa di tanah itu, tiba – tiba merasa menjadi pemilik tanah itu. Bahkan sampai dengan jumawa, menghibahkan tanah itu. Untuk itu, kami dari pihak keluarga akan terus kawal kasus ini hingga selesai,” tegasnya.

Ketika dihubungi oleh awak media pada hari kemarin (selasa, 14/09/2021), untuk dimintai konfirmasi terkait hal ini, DE alias Denny oknum Camat Beo enggan menerima panggilan telepon, membalas SMS atau membalas pesan singkat di WhatsApp.

Padahal sebelumnya (sabtu, 11/09/2021) DE alias Denny sendiri yang menghubungi wartawan media ini dan meminta bertemu, pada hari kemarin (selasa.red) pukul 10.00 WITA untuk mengklarifikasi pemberitaan terkait dirinya. Namun hingga berita ini diturunkan, tak muncul batang hidung oknum Camat Beo yang kini diduga ‘nyambi’ jadi mafia tanah tersebut, seakan hilang ditelan bumi.

Lanjut Membaca
Iklan
Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Iklan
error: Content is protected !!
×

Halo!

Klik salah satu perwakilan kami di bawah ini untuk mengobrol di WhatsApp

× Hubungi Redaksi?