Connect with us

Kepulauan Talaud

Tak Terima Diperiksa Inpektorat, Mantan Kepala Desa Ambia Diduga Aniaya Ketua BPD

Dimuat

pada

Laporan Polisi terkait dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh mantan Kepala Desa Ambia, Erwin Rumegang; Ketua BPD Ambia, Ferry Tumbal yang merupakan Korban Penganiayaan

MELONGUANE — Hal tak terpuji diduga dilakukan oleh Erwin Rumegang oknum mantan Kepala Desa Ambia Kecamatan Essang Selatan. Erwin Rumegang diduga dengan sengaja menganiaya Ketua BPD Desa Ambia Ferry Tumbal, karena tak terima dirinya di periksa secara khusus (Pemsus) oleh Inspektorat Kabupaten Kepulauan Talaud dalam masa jabatannya sebagai kepala desa Ambia tahun anggaran 2017 – 2019.

Kepada xmanadonew.co.id, Tumbal mengatakan penganiayaan yang dialaminya terjadi pada saat pemeriksaan yang dilakukan Inspektorat kepada Erwin Rumegang.

“Saat itu (Kamis 16/09), Tim Pemsus memintakan Rencana Anggaran Belanja (RAB) APBDes 2020 kepada kepala desa lama (Erwin Rumegang.red). Namun saat itu dirinya mengatakan bahwa dirinya tidak memiliki RAB APBDes tersebut. Lalu tim Pemsus bertanya kepada saya, apakah ketua BPD punya RAB APBDes tersebut lalu saya menjawab, saya punya RAB APBDes tersebut, tapi ada didalam Flash Disk,” ungkap Tumbal, Kamis (23/09/2021).

Dirinyapun dimintakan oleh pihak Pemsus untuk mengambil RAB APBDes tersebut yang disimpan di rumahnya.

“Pada saat saya akan kembali ke Balai Pertemuan Umum (BPU) desa Ambia, sembari membawa dokumen – dokumen berupa SPJ dan flash disk yang berisi RAB APBDes, tiba – tiba pelaku datang dan langsung memukul saya dari arah belakang. Saya tak bisa menangkis pukulan pelaku, karena tangan saya saat itu sedang membawa dokumen penting, takutnya jika saya menangkis dokumen – dokumen penting itu akan berserakan,” lanjutnya.

“Pelaku memukul saya dengan tangan sebanyak 5 (lima) kali di bagian kepala, hingga wajah bagian kanan lebam, serta pelaku menendang saya di pinggang sebanyak 3 (tiga) kali. Setelah menganiaya saya, pelaku langsung melarikan diri,” tambahnya Tumbal.

Dirinya juga menuturkan, bahwa diduga motif pelaku menganiaya dirinya dikarenakan pihak pelaku tak terima dirinya di periksa oleh Inspektorat karena dilaporkan oleh BPD.

“Bukan BPD yang melaporkan, tapi Pemsus ini ada karena mantan Kepala Desa yang terlebih dahulu melaporkan saya dan kepala Desa Ambia yang sekarang ke Polres Kepulauan Talaud, terkait dugaan penyalahgunaan anggaran Dana BLT. Oleh karena laporan Mantan Kepala Desa tersebut, maka selaku Ketua BPD saya menyurat kepada Bupati, Wakil Bupati, DP3APMD dan Inspektorat untuk melakukan pemeriksaan khusus kepada mantan Kepala Desa Ambia untuk tahun anggaran 2017 – 2019,” tukasnya.

“Padahal sebenarnya, kalau mantan Kepala Desa tidak melaporkan saya ke polisi, saya pasti tidak akan meminta Pemsus,” Imbuh Tumbal.

Tak terima dianiaya oleh mantan Kepala Desa tersebut, Tumbal melaporkan kasus ini ke Polsek Essang.

“Laporan tersebut sementara di tangani di Polsek Essang dalam tahap lidik dengan melakukan permintaan keterangan saksi – saksi,” ungkap Iptu. Berti Polii, Kapolsek Essang membenarkan.

Lanjut Membaca
Iklan
Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan
error: Content is protected !!
×

Halo!

Klik salah satu perwakilan kami di bawah ini untuk mengobrol di WhatsApp

× Hubungi Redaksi?