Connect with us

Kepulauan Talaud

Tak Terima Dirinya Diumumkan Positif Covid-19, Pria ini Lempari Gedung Puskesmas Tarohan

Dimuat

pada

Anggota Polsek Beo dibawah pimpinan Aipda Deny Amisi memberikan pembinaan serta edukasi kepada AJP, pria yang melempari Gedung Puskesmas Tarohan karena dinyatakan Positif Covid-19. //foto: hmspolres.

TAROHAN – Kesal karena dirinya diumumkan sebagai penderita Covid-19 (positif Covid-19) dan harus dijauhi oleh masyarakat, AJP pria asal Desa Tarohan akhirnya melempari gedung Puskesmas Tarohan Kecamatan Beo Selatan, Senin (23/8/2021).

Pria yang berprofesi sebagai petani ini nyaris digiring oleh anggota Polsek Beo, karena tindakan tak terpuji yang dilakukannya.

Kapolsek Beo Ipda Johan Atang, menuturkan bahwa alasan pelaku melakukan hal itu karena pelaku kesal, sebab dirinya dinyatakan positif Covid-19 dan hal itu diumumkan di pengeras suara yang ada di Desa Tarohan.

“Kepala Desa mengumumkan lewat pengeras suara, bahwa pelaku sudah positif Covid-19, dan agar masyarakat dapat menjauhi serta menghindari pelaku, yang sudah positif tersebut,” ungkap Atang.

“Karena tak terima dengan hal itu, maka pelaku akhirnya melempari gedung Puskesmas Tarohan yang terletak tak jauh dari rumah pelaku,” lanjut Atang.

Dirinya pun menambahkan, selain itu pelaku juga kesal karena merasa tidak di perhatikan oleh Pemerintah Desa dan tenaga kesehatan.

“Menurut pelaku, sejak dirinya dinyatakan Positif Covid-19 tanggal 19 Agustus 2021 lalu, dirinya tidak pernah diperhatikan dalam hal konsultasi pelayanan kesehatan serta pemberian obat, oleh Pemerintah Desa dan tenaga medis,” tukas Kapolsek.

Mendapatkan laporan terkait pelemparan tersebut, anggota Polsek Beo di bawah pimpinan Aipda Deny Amisi langsung bergerak cepat menuju TKP.

Setibanya di TKP, anggota Polsek Beo langsung bergerak ke rumah pelaku untuk mencari pelaku. Pelaku pun didapati sedang berada di rumahnya, pelaku akhirnya diberi pembinaan.

“Setelah diberi pembinaan, edukasi serta peringatan tegas, pelaku akhirnya bersedia mematuhi protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah untuk isolasi mandiri,” ungkap Amisi.

“Polsek Beo telah lakukan koordinasi agar pasien tersebut mendapat perhatian pemerintah setempat, serta pelayanan kesehatan dan pengobatan. Sekaligus pihak Polsek Beo juga menyatakan siap mengambil tindakan tegas dengan cara memproses tindakan pengancaman serta pengrusakan bila kedepan pihak pasien serta keluarga berulah, membuat masalah atau tidak patuh terhadap anjuran pemerintah,” pungkas Amisi.

Lanjut Membaca
Iklan
Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan
error: Content is protected !!
×

Halo!

Klik salah satu perwakilan kami di bawah ini untuk mengobrol di WhatsApp

× Hubungi Redaksi?