Connect with us

Bitung

Tambang Liar di Pinasungkulan Makin Menjamur, Camat Dolfie Diduga Terima Jatah

Dimuat

pada

BITUNG—Tambang liar yang berada di Kelurahan Pinasungkulan, Kecamatan Ranowulu semakin menjamur. 

Terinformasi, tambang ilegal tersebut sudah berkisar 160 lubang dan dikelola masyarakat paling banyak berasal dari luar Bitung. 


Tambang emas tersebut bahkan mulai dikeluhkan warga sekitar. Dimana, aktivitas masyarakat jadi terganggu dengan kendaraan yang bolak-balik lokasi tambang. Sehingga sering terjadi kemacetan bahkan warga khawatir lingkungan di wilayah itu akan semakin rusak. 

Bukan hanya itu, aktivitas tambang liar ilegal ini masih terus berlangsung saat ini. Sehingga menimbulkan banyak kecurigaan jika ada pihak pemerintah kecamatan dalam hal ini Camat Dolfie Rumampuk yang diduga kuat memanfaatkan lokasi tambang liar tersebut untuk mendapatkan keuntungan. 

Dari informasi Camat Dolfie mendapatkan keuntungan dari lokasi tambang liar tersebut berkerjasama dengan para penambang atau pemilik lubang. Dimana, syaratnya para penambang harus memberikan jatah kepada camat agar bisa terus melakukan aktivitas pertambangan. 

“Saya dapat info Camat juga dapat jatah di lokasi itu. Setiap lubang camat mendapatkan bagian yang nominalnya berpariasi. Ada yang satu lubang Rp 2 juta dan hingga Rp 10 juta,” ungkap sumber resmi media ini, yang merupakan warga setempat, Selasa (23/02/2021), sembari meminta agar identitasnya dirahasiakan. 

“Kami berharap tambang liar ini bisa secepatnya ditertibkan oleh pihak berwajib sebelum meninbulkan korban jiwa. Karena namanya ilegal pasti akan ada masalah yang terjadi. Apalagi banyak yang dari luar Bitung yang sudah menempati lokasi tersebut,” tambah sumber. 

Sementara itu, Camat Dolfie Rumampuk saat dikonfirmasi sejumlah awak media membenarakan, jika masih ada aktivtas tambang di wilayahnya itu. 

“Ita benar. Dari data yang ada. Sudah sekitar 160 lubang di lokasi. Dan paling banyak penambang dari luar Bitung,” ujar Camat. 

Disingung terkait kebenaran apakah dirinya menerima jatah dari setiap lubang yang ada di lokasi tambang liar tersebut. Camat membantah. 

“Aduh kasiang. Itu tidak benar. Saat ini kami pihak pemerintah kecamatan hanya mendata. Dan kedepan kita juga akan berkoordinasi dengan pihak berwajib untuk membuat pos masuk. Tujuannya agar orang-orang yang datang ke lokasi tambang bisa terpantau,” tandasnya. 

(Jamal Gani)

Lanjut Membaca
Iklan
Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan
error: Content is protected !!
×

Halo!

Klik salah satu perwakilan kami di bawah ini untuk mengobrol di WhatsApp

× Hubungi Redaksi?