Connect with us

Bitung

Tiga Penambang “Nakal” Langgar Pantangan Dipulangkan, Lubang Ditutup

Dimuat

pada

Lokasi PETI Pinasungkulan tiga penambang yang ditutup

BITUNG—Kapolsek Ranowulu, Iptu Andri Salmon rupanya terus melakukan pemantauan terkait dengan aktivitas di lokasi Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Pinasungkulan. 

Terbukti, hal ini dirinya tunjukan saat mengambil tindakan dengan memulangkan tiga orang penambang karena kedapatan mengkonsumsi minuman keras (Miras) di lokasi PETI yang merupakan wilayah tugasnya itu. 

Menurut Kapolsek tindakan itu harus dilakukan untuk memastikan lokasi PETI itu tidak terjadi gangguan kamtibmas. 

“Kita terpaksa harus memulangkan tiga orang itu. Karena telah melanggar pantangan yang telah disepakati bersama. Tindakan ini kita ambil sebagai langkah upaya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Salah satu pantangan itu yakni para penambang tidak bisa miras di lokasi itu. Dan itu dilanggar. Maka kita pulangkan ketiganya,” ungkapnya, sembari mengatakan jika kesepakatan itu telah dibuat bersama antara para penambang, cukong dan pemilik lahan.

Kapolsek menambahkan, pihaknya bersama dengan pemerintah kelurahan dan kecamatan merupakan para penegak kesepakatan yang dibuat bersama. Makanya kata Kapolsek, saat tiga penambang yang melanggar ini dipulangkan para cukong dan pemilik lahan tidak keberatan. 

“Penambang lain di lokasi dan cukong serta pemilik lahan mendukung penuh saat kami memulangkan tiga panambang gara-gara Miras,” tegas Kapolsek, Senin (12/04/2021).

Selain itu lanjut Kapolsek, selain tiga penambang dipulangkan. Lubang yang digarap para penambang nakal ini juga ditutup. 

“Tindakan tegas ini kita lakukan agar menjadi efek jera dan tidak diikuti penambang lain. Hal ini beraku kepada semua penambang apabila melanggar,” tegasnya lagi. 

Kapolsek juga menambahkan, lokasi PETI berangsur-angsur mulai ditinggalkan para penambang karena hasil galian tidak sesuai yang diharapkan. Dimana kata Kapolsek, kadar emas yang rendah dan para cukong atau penyandang dana semakin merugi hingga kehabisan modal.

“Laporan terakhir pada pekan lalu susah 800an penambang yang meninggalkan lokasi PETI. Dan setiap hari ada saja penambang yang pergi dari sana. Hal ini karena biaya yang dikeluarkan lebih banyak daripada hasil emas yang didapat,” pungkasnya. 

(Jamal Gani)

Lanjut Membaca
Iklan
Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan
error: Content is protected !!
×

Halo!

Klik salah satu perwakilan kami di bawah ini untuk mengobrol di WhatsApp

× Hubungi Redaksi?