Connect with us

Kepulauan Talaud

Tikam Ayah Kandung, Pria Asal Desa Awit Terancam Hukuman Seumur Hidup

Dimuat

pada

Kanit Reskrim Polsek Beo, Bripka. Osianto Sahabat menyerahkan tersangka dan berkas perkara ke JPU Kejaksaan Negeri Talaud

MELONGUANE — Kasus dugaan percobaan pembunuhan dengan rencana atau percobaan pembunuhan atau penganiayaan berat yang menjerat tersangka PP alias Pitres warga Desa Awit, Kecamatan Beo Utara, bakal disidangkan.

Hal ini dipastikan setelah Kanit Reskrim Polsek Beo, Bripka Osianto Sahabat menyerahkan berkas perkara kasus tersebut kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Kepulauan Talaud, Komang Tirta Wati S.H, di kantor Kejaksaan Negeri Kepulauan Talaud, Rabu (25/8/2021).

Kapolres Kepulauan Talaud melalui Kapolsek Beo Ipda Johan Atang menjelaskan kronologis kejadian tersebut.

“Menurut keterangan saksi perempuan Agustina Tempo, bahwa pada Sabtu (26/6/2021) di desa Awit, Kecamatan Beo Utara sekira pukul 18.30 wita, saksi pergi ke rumah Keluarga Pasiak – Tumade untuk mengobati mata saksi, dan pada saat sedang berada di dalam rumah, saksi mendengar ada teriakan orang yang meminta tolong, karena penasaran saksi keluar rumah, dan menuju kearah teriakan tersebut, dan di dapati korban sudah jatuh tersungkur ke tanah dimana hampir seluruh tubuh korban penuh dengan darah dan saat itu juga saksi melihat lelaki PP alias Pitres sedang mengejar korban sambil memegang sebilah pisau,” ungkap Kapolsek Beo.

Kapolsek menambahkan, saat saksi melihat kejadian tersebut, saksi langsung berteriak dan memarahi tersangka dan kemudian tersangka langsung pergi kembali kerumahnya.

Setelah itu saksi di datangi beberapa warga dan langsung melakukan pertolongan terhadap Korban dan membawanya ke puskemas Lobbo.

Dikatakan Kapolsek bahwa akibat dari penganiayaan tersebut korban mengalami luka sabetan di bagian leher dan luka tusuk di bagian dada sebelah kiri korban.

Mirisnya, yang menjadi korban atas kasus dugaan percobaan pembunuhan dengan rencana atau percobaan atau penganiayaan berat ini, ternyata adalah ayah kandung tersangka.

“Motif kasus penganiayaan ini diduga akibat pelaku sudah dalam kondisi mabuk akibat dipengaruhi oleh minuman keras sehingga tega menganiaya ayah kandungnya dengan sajam,” lanjut Kapolsek.

“Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 340 jo 53 ayat 1 subs.Pasal 338 jo 53 ayat (1) lebih subs.Pasal 354 ayat (1) KUHPidana dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau paling lama 20 tahun,” pungkas Atang.

Lanjut Membaca
Iklan
Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan
error: Content is protected !!
×

Halo!

Klik salah satu perwakilan kami di bawah ini untuk mengobrol di WhatsApp

× Hubungi Redaksi?