Connect with us

Bitung

WALHI Sulut Sebut PT MSM/TTN Kerahkan “Kekuatan” Besar Muluskan Ekpansi Pertambangan

Dimuat

pada

Lokasi pertambangan: Foto: Istimewah

BITUNG–Rencana relokasi Kelurahan Pinasungkulan untuk memuluskan kepentingan eksplorasi lahan pertambangan PT Meares Soputan Mining (MSM) dan PT Tambang Tondano Nusajaya (TTN) mendapatkan berbagai reaksi dari berbagai pihak.

Kali ini, Tim Monitoring dan Evaluasi  Program Advokasi Pertambangan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sulawesi Utara, Berty Pesik angkat suara soal ekspansi lokasi lahan pertambagan PT MSM/TTN tersebut.

Menurut Berty, relokasi tersebut bukan menjadi hal yang penting untuk saat ini. Melainkan kata dia, lebih kepada perusakan lingkungan dan dampak yang akan ditimbulkan kedepan.

“Relokasi pemukiman bukan menjadi parameternya. Tapi lebih ke arah perusakan lingkungan. Apalagi jika semuanya sudah tersistem antara administrasi pemerintahan dengan batu kuarsa PT MSM/TTN,” katanya, Selasa (16/11/2021).

Bahkan, dirinya menduga ada kekuatan besar yang coba dikerahkan oleh pihak PT MSM/TTN dengan pemerintah Kota Bitung. Pun kata dia, dugaan adanya permainan konsep tukar guling dalam kasus ini besar kemungkinan terjadi.

“Maksud dari konsep tukar guling ini yaitu terkait erat dengan keputusan pemerintah daerah. Sebab, jika PT MSM/TTN berhasil mendapkan izin dibawah tanah pemukiman Kelurahan Pinasungkulan artinya itu merupakan keajaiban yang hanya bisa di akses lewat kekuatan politik dan hukum,” bebernya.

Namun, dirinya belum bisa berkomentar lebih terkait dengan keputusan pemerintah daerah atas masalah tersebut.

“Kami masih akan melihat akuntabilitas dari keputusan yang telah dilakukan oleh Corporates CEO PT MSM/TTN pada rana pidana lingkungan hidup di lubang galian PIT Araren,” terangnya.

Sementara itu informasi diperoleh, pihak perwakilan perusahaan bersama pemerintah telah melakukan sejumlah kajian untuk memuluskan rencana merelokasi ratusan Kepala Keluarga (KK) warga Kelurahan Pinasungkulan.

Bahkan, pihak pemerintah Kota Bitung sudah mulai melakukan pengukuran di wilayah yang mempunyai potensi cadangan emas yang besar.

“Iya, Dinas Perkim sudah dari kemarin melakukan pengukuran. Apakah ini pertanda mereka (PT. MSM/TTN dan Pemkot Bitung) sudah mulai bergerak, ini yang jadi tanda tanya bagi kami,” singkat salah satu warga yang enggan namanya dipublish, Selasa (16/11/2021).

Terpisah, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Pemkot Bitung, Hendri Sakul saat dikonfirmasi sejumlah awak media belum mau berkomentar banyak. Akan tetapi dirinya membenarkan, terkait kebenaran pengukuran lahan yang sudah dilakukan.

“Iya benar tapi bukan keseluruhan wilayah Pinasungkulan. Yang sementara diukur untuk lokasi khusus Tinerungan,” katanya.

Dia menambahkan, pengukuran tersebut untuk membuat peta bidang serta menilai bangunan rumah.

“Untuk diketahui luasnya berapa dan konstruksi bangunannya seperti apa. Apakah permanen atau semi permanen,” tutur Hendri.

(JamalGani)

Lanjut Membaca
Iklan
Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan
error: Content is protected !!
×

Halo!

Klik salah satu perwakilan kami di bawah ini untuk mengobrol di WhatsApp

× Hubungi Redaksi?