Connect with us

Bitung

Warga Lembeh Digegerkan Dengan Sesosok Mayat Laki-laki di Pesisir Pantai

Dimuat

pada

Korban saat ditemukan warga

BITUNG—Masyarakat Kecamatan Lembeh Selatan digegerkan dengan penemuan se sesok mayat berjenis kelamin laki-laki, Kamis (25/02/2021). 

Teridentifikasi mayat ini bernama, Charlie Lukas (46), warga Desa Tariang Baru, Kecamatan Tabukan Tengah, Kabupaten Kepulauan Sangihe. 

Informasi diperoleh, korban ditemukan sudah meninggal dunia pada pukul 14.30 wita tepatnya dipesisir Pantai Labuang, dekat PT Dok SSP, Kelurahan Batu Lubang, Kecamatan Lembeh Selatan. 

Korban pertama kali ditemukan salah seorang saksi mata, Nilo Pahaganas (51), warga Kelurahan Pinokaan, Kecamatan Matuari.

Saat ditemukan, korban dalam keadaan terlungkup diatas permukaan air di pesisir pantai. Saksi yang mengetauhi korban sudah tidak bernyawa kemudian melaporkan ke pemerintah setempat. 

Lurah Batu Lubang, Amanda Dalope saat menerima laporan tersebut langsung menghubungi Kapolsek  Lembeh Selatan AKP Arie Najoan, SH Danramil 1310-02/Lembeh Pelda, Edison Kasenda bersama angggota langsung mendatangi lokasi tersebut. 

“Sekitar pukul 05.30 Wita warga saya melaporkan jika telah menemukan satu unit perahu pakura yang mesinnya masih dalam keadaan hidup terombang ambing di laut tampak awak. Informasi kemudian saya sampaikan kepada aparat kepolisian. Nanti pada pukul 14.00 Wita geger ada penemuan mayat. Dimana pakura itu yang dinaiki korban,” terang Lurah. 

Kapolsek Lembeh Selatan, AKP Arie Najoan SH menyampaikan, langsung mendatangi TKP. Dengan menggunakan perahu korban kemudian dievakuasi. 

Kapolsek menyampaikan, korban adalah seorang nelayan yang tinggal diatas kapal ikan milik dari Stenly Sajow. Yang tidak lain, masih ada hubungan keluarga dengan pemilik kapal. 

Lanjut Kapolsek, dari keterangan pemilik kapal korban memang benar bekerja dikapal ikan miliknya sejak bulan januari 2020 sampai sekarang dan korban tinggal diatas kapal ikan tersebut.  Serta korban juga kata dia, memiliki riwayat penyakit tekanan darah tinggi. 

“Setelah kita evakuasi korban seanjutnya kita bawa ke RS Manembo-nembo untuk dilakukan pemeriksaan luar. Pun, Dari pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi dengan alasan bahwa korban memang sudah memiliki penyakit bawaan yaitu tekanan darah tinggi,” pungkas Kapolsek, sembari mengatakan korban telah disemaykan pada hari Jumat (26/02/2021), di Keluraha Paceda, Kecamatan Madidir sekitar pukul 13.00 wita. 

(Jamal Gani)

Lanjut Membaca
Iklan
Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan
error: Content is protected !!
×

Halo!

Klik salah satu perwakilan kami di bawah ini untuk mengobrol di WhatsApp

× Hubungi Redaksi?