Connect with us

Minahasa

Wujudkan Masyarakat Tangguh Hadapi Bencana, BPBD Minahasa Gelar Sosialisasi KIE

Dimuat

pada

Sosialisasi dalam rangka mewujudkan masyarakat tangguh hadapi bencana di Ranowangko Beach Kecamatan Kombi.

MINAHASA – Bencana bukan menjadi isu utama di Kabupaten Minahasa, dikarenakan kondisi geografis yang lebih baik. Namun, bukan berarti wilayah ini merupakan daerah yang bebas dari ancaman karena berdasarkan Indeks risiko bencana di Indonesia, daerah kita yang tinggi disebabkan hampir semua potensi bisa terjadi sepeti banjir, tanah longsor dan kebakaran.

Guna membentuk Kabupaten Minahasa tangguh dalam menghadapi bencana, maka Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Minahasa melaksanakan Kegiatan sosialisasi Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) kepada masyarakat yang diselenggarakan di Ranowangko Beach Resort, Selasa (2/11/2021) lalu.

Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah masyarakat disekitar kecamatan Kombi. Sedangkan narasumber pada kegiatan tersebut diantaranya dari akademisi Mercy Rampengan, SPi, MAppSc, Danny Repi, S.IK Kasub bidang Pemberdayaan masyarakat Sulut dan Joe Ondang, SE, ME dari BPBD Minahasa.

Kepala BPBD Minahasa Nofry Lontaan,ST mengatakan kegiatan Sosialisasi masyarakat Tangguh Bencana dilakukan agar terciptanya warga Kabupaten Minahasa yang tangguh akan bencana serta melindungi masyarakat di kawasan rawan bahaya.

“Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman informasi dan edukasi kepada masyarakat agar memahami dan memperoleh informasi rawan bencana sesuai jenis ancaman, serta meningkatkan kapasitas dalam penanggulangannya,”ungkap Kadis kepada xmanadonew.co id, Kamis (4/11/2021) tadi.

Lanjutnya, guna meningkatkan peran serta masyarakat dalam menghadapi bencana sangat dibutuhkan, khususnya bagi kelompok yang rentan dalam pengelolaan sumber daya untuk mengurangi risiko bencana.

“Saya berharap masyarakat sadar, siap dan tangguh dalam penanggulangan bencana yang bisa datang kapan saja. Peran serta warga, saya rasa cukup diandalkan untuk mengurangi risiko kejadian, karena bencana merupakan urusan kita semua,”bebernya.

“Melalui kegiatan ini diharapkan setiap desa mampu melakukan penanggulangan bencana. Artinya, kita siap dan tangguh dalam menghadapinya,”tambahnya.

Sementara itu, Mercy Rampengan, SPi, MAppSc, Phd yang juga nara sumber pada kegiatan tersebut menjelaskan, untuk sosialisasi kepada masyarakat tentang antisipasi bencana ini penting, karena ketika ada bencana merekalah yang mengalaminya.

“Disaat kejadian bencana masyarakatlah pihak pertama yang menjadi pengrespon awal. Jadi, sisoilisasi ini patut dilakukan, sebab mereka jadi pelaku pertama dalam menghadapi bencana tersebut,”papar Rampengan.

Kabupaten Minahasa cukup luas, maka dari itu pelatihan-pelatihan seperti ini akan berlanjut terus guna mengantisipasi bencana yang akan terjadi.

“Periode emas atau orang yang selamat dari bencana ada 3 komponen utama yang harus diketahui masyarakat, yakni diri sendiri, keluarga dan komunitas di desa itu. Jadi, warga yang diberikan pelatihan gunanya membantu serta menanggulangi bencana yang bakal terjadi nanti,”pungkasnya.   (Erwien Bojoh)

Lanjut Membaca
Iklan
Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan
error: Content is protected !!
×

Halo!

Klik salah satu perwakilan kami di bawah ini untuk mengobrol di WhatsApp

× Hubungi Redaksi?